SMAN 3 Bandung

--Keluarga SMA N 3 Bandung--

Panitia dan Pengawas Tes SERU 3 (Seleksi Terbuka Masuk SMAN 3 Bandung) @sabuga ITB (21-22 Mei'12)

------------------------------**------------------------------ 

--SERU 3--

Tes SERU 3 (Seleksi Terbuka Masuk SMAN 3 Bandung) @sabuga ITB (21-22 Mei'12) : daftar 2.063 org,,verifikasi dan ikut tes 1.525 org,,diterima 256 org (seru 3) + 32 org (NEM)

Kultwit saya tentang #SERU3 .. semoga bermanfaat :)
  1. di tenaga sisa hari ini, ingin sedikit berbagi tentang dahsyatnya #SERU3
  2. #SERU3 "Subhanallah LUAR BIASA!!!" itulah kata yang bisa mencerminkan..
  3. #SERU3 ada SEMANGAT dan DO'A yang membahana di @sabuga ITB selama dua hari ini..
  4. #SERU3 1.525 siswa SMP "berebut" menjadi @wargatiga ,,tidak hanya bandung, tapi juga luar bandung bahkan luar provinsi jawa barat..
  5. #SERU3 ya..disinilah benar-benar hanya karena pertolongan ALLAH-lah, seseorang bisa menjadi @wargatiga
  6. #SERU3 asli..sangat berdesir hati ini ketika dhuha tadi menyaksikan ternyata para orang tua memenuhi musolla @sabuga ..
  7. #SERU3 ya..mereka shalat, membaca alqur'an, berdizkir, berdo'a untuk kemudahan anaknya yang sedang tes di dalam @sabuga ..
  8. #SERU3 tidak hanya di musolla @sabuga tetapi di sepanjang koridor banyak orang tua yang dengan sabarnya menanti anaknya..
  9. #SERU3 anak yang diharapkan dapat menjadi @wargatiga karena berharap menjadi insan yang berguna di masa depan dan meneguhkan kedudukan mereka
  10. #SERU3 asli..ketika melihat fenomena itu, langsung teringat orang tua yang jauh disana,,tak terasa buliran air mata membasahi dhuha tadi..
  11. #SERU3 mungkin kita sering dengar orang tua berkata "kami hanya bisa mendo'akan untuk kesuksesanmu nak.."
  12. #SERU3 "hanya do'a"..mungkin kita menyepelekan hal itu. tapi apakah kita masih ingat bahwa "ridho orang tua adalah ridho Allah?"
  13. #SERU3 ya tepat sekali..kalau orang tua kita ridho, insyaAllah akan dipermudah segalanya..
  14. #SERU3 bukankah kita selalu ingat akan janji Allah "barang siapa berdo'a kepadaKU, niscaya AKU akan mengabulkannya" ?
  15. #SERU3 coba kita renungkan sejenak, apakah patut kita bersombong diri ketika sudah menjadi @wargatiga ?
  16. #SERU3 apakah kita patut mendeklarasikan diri bahwa "saya menjadi @wargatiga karena usaha maksimal saya, intensif saya, ibadah saya dll" ?
  17. #SERU3 karena mungkin saja kita menjadi @wargatiga adalah berkat do'a orang tua,guru,saudara/orang yang tanpa sepengatahuan mendo'akan kita
  18. #SERU3 yang harus kita maksimalkan sekarang adalah menjadi pribadi baik yang dapat mengangkat martabat orang tua, mengasah potensi diri
  19. #SERU3 ketika kita malas atau jenuh dengan tugas,ulangan+aktivitas @wargatiga ingatlah dan renungkanlah sejenak perjuangan orang tua kita
  20. #SERU3 semangat dan do'a orang tua, insyaAllah akan mengantarkan kita pada kesuksesan.. aamin :)
------------------------------**------------------------------

 --Goes to Lombok--

Studi banding ke Lombok 21-23 Maret 2012

------------------------------**------------------------------ 

--ESQ Parenting Basic--

Kapan waktu yang penting dalam membentuk karakter anak? apa yang harus dipahami orang tua & anak tentang tujuan hidup? bagaimana tahapan pendidikan anak? bagaimana langkah spiritual parenting? apa kecerdasan itu? bagaimana Rasulullah SAW mendidik anak & cucunya? mengapa kita harus menjadi orang tua/guru yang cerdas? apakah selama ini kita menjadi orang tua/guru yang memutus kecerdasan-kecerdasan anak?

Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah.. mendapat kesempatan mengikuti ESQ Parenting Basic yang diselenggarakan oleh SMA N 3 Bandung, bertempat di Hotel Grand Serela Bandung pada hari Sabtu 23 November 2010 pukul 07.00-18.00 WIB, yang paling penting gratissss... :D

Insya Allah pada kesempatan ini, saya ingin membagikan sedikit ilmu yang saya peroleh dari training tersebut. Semoga bermanfaat & menambah wawasan kita untuk menjadi orang tua/guru yang cerdas. Maaf sharing-nya agak telat :)

Training di awali dengan lagu "You Raise Me Up" yang dinyanyikan oleh Josh Groban. Sudah tidak asing lagi kan? yang belum pernah, dianjurkan untuk mendengarkan terlebih dahulu & maknai setiap arti dari lirik tersebut ^_^  Subhanallah.. bagi saya lirik tersebut sangat luar biasa, ungkapan kita pada orang tua kita.

When I am down, and oh my soul so weary
When troubles come, and my heart burdened be
Then I am still and wait here in the silence
Until you come and sit awhile with me.

You raise me up so I can stand on mountains.
You raise me up to walk on stormy seas.
I am strong when I am on your shoulders.
You raise me up to more than I can be.

Subhanallah begitu pentingnya orang tua bagi kita...-terlepas dari adanya Dzat Maha Agung Allah SWT- tanpa orang tua, mustahil kita ada di dunia ini. Tanpa do'a & kasih sayang mereka, mustahil bagi kita dapat tetap berdiri menghadapi cobaan & tantangan hidup yang tak kalah kencangnya dengan angin. Ridho orang tua adalah ridho Allah SWT, jadi sudah sepatutnya kita sebagai anak selalu berusaha memuliakan orang tua kita. Janganlah kita bersombong diri tentang semua yang kita capai & miliki saat ini, nilai sekolah/kuliah yang sangat memuaskan, harta yang melimpah, pengakuan orang lain terhadap kita, sanjungan & pujian atas prestasi kita.. Janganlah kita merasa bahwa hal itu adalah wajar kita dapat karena kita sudah berikhtiar maksimal & berdo'a secara khusyu.. tidak ada yang tahu bahwa do'a kita dikabulkan oleh Allah SWT, boleh jadi apa yang kita capai & miliki saat ini adalah do'a orang tua kita yang dikabulkan oleh Allah SWT. Orang tua kita selalu mendo'akan kita di setiap desah nafasnya, di setiap detak jantungnya, di setiap langkah kakinya, di setiap solatnya, selalu bekerja keras untuk mengantarkan kita pada kesuksesan. Ya.. pastinya kesuksesan yang sejati, kesuksesan di dunia & akherat atas ridho Allah SWT. Mari.. kita manfaatkan kehidupan yang sementara ini untuk berbakti pada kedua orang tua, tentunya dengan jalan kita masing-masing :)

Tanpa kita sadari.. fase anak akan tergantikan dengan fase orang tua. Ya.. insya Allah kita akan menjadi orang tua. Lantas apa yang harus kita siapkan untuk menjadi orang tua? pastinya kita harus melewati gerbang pernikahan dahulu, menjadi ibu hamil & melahirkan anak-anak kita :) mmm... sudah sampai tahap mana kita sekarang???? :)

"Kehamilan adalah waktu yang penting dalam membentuk karakter anak"

Bagi ibu hamil atau calon ibu hamil hal ini tentu info yang sangat menarik. Mari kita cermati beberapa pengalaman berikut ini :
(1) Pak Ary Ginanjar (Penemu ESQ Way 165) sangat berbeda dari saudara-saudaranya. Beliau mempunyai hobi main pedang & wajahnya seperti orang Cina sementara saudara-saudaranya tidak. Usut punya usut ternyata saat hamil, ibunya sangat suka membaca buku tentang pendekar yang suka bermain dengan pedang.
(2) Abdurrahman Faiz (putra Helvi Tiana Rosa, penulis terkenal), ketika mba Helvi hamil suatu saat lewat jembatan di Jakarta & disana melihat tuna wisma yang hidup alakadarna. Saat itu, mba Helvi berbicara pada janinnya "nak.. nanti kita bangun rumah untuk mereka yah". Selain itu, mba Helvi juga sering mengajak berbicara/berdiskusi dengan janinnya ketika beliau sedang menulis. Subhanallah... saat ini putra mba Helvi (Abdurrahman Faiz)  di usianya yang masih belia, dia berhasil menyabet juara penulisan puisi/cerpen/novel tingkat nasional & luar biasanya lagi dia sangat suka menulis dengan tema sosial.
(3) Seorang profesor di Malaysa yang menderita lumpuh sejak kecil karena terkena polio, saat kecil menjadi bahan ejeken teman-temannya. Tetapi karena ibunya ketika sedang hamil memimpikan anaknya menjadi orang besar, atas kegigihannya kini beliau menjadi guru besar di universitas Malaysa.
(4) Seorang ibu di luar negeri, ketika hamil diberitahu oleh dokter bahwa anak yang akan dilahirkan menderita cacat & disarankan untuk digugurkan. Akan tetapi, karena rasa kasih sayangnya yang besar maka sang ibu memutuskan untuk meneruskan kehamilannya. Ternyata prediksi dokter benar, anaknya terlahir dengan jari tangan hanya empat buah. Tidak jarang anak tersebut menjadi bahan ejekan teman-temannya. Akan tetapi, sang ibu dengan semangatnya mencoba menggali kelebihan potesi anak tersebut. Akhirnya.. saat ini anak tersebut sudah menjadi pianis terkenal.

Subhanallah..pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk mengisi kehamilan dengan hal-hal yang positif. Terbayang tidak jika kita mengisi masa kehamilan kita dengan selalu melantunkan ayat Al-Qur'an & berusaha menghapalnya? Insya Allah.. anak kita akan mudah menghapal Al-Qur'an. Teringat suatu kisah di luar negeri.. seorang ibu mempunyai anak laki-laki, ternyata anak tersebut termasuk lambat dalam memulai berbicara. Subhanallah.. ketika anak itu dapat berbicara, anak tersebut melantunkan ayat Al-Qur'an yang biasa diulang-ulang ibunya ketika hamil. Lantas apa yang kita tunggu lagi? ayo bersegera :)

"Kondisi psikologis orang tua ketika masa kehamilan mempengaruhi kepribadian anaknya"
Sadar atau tidak sadar, ternyata berdasarkan riset terkini ternyata kondisi psikologis ibu ketika hamil mempengaruhi janin. Pada usia kandungan empat bulan, indra pendengaran janin sudah lebih bekembang dari indra yang lainnya. Artinya.. janin dapat mendengar, mengolah & merespon suara-suara dari luar perut ibunya. Seorang suami yang berlaku baik & sopan pada istrinya sehingga istrinya merasa tenang maka sang janin pun merasakan ketenangan itu. Sebaliknya jika suami berlaku kasar pada istrinya, sehingga istrinya merasa takut & psikologisnya terganggu maka hal ini akan berdampak pula pada sang janin.Bisa jadi janin tersebut akan tumbuh menjadi anak yang mudah merasa tercekam & berkata kasar/berbuat tidak sopan.

Bagaimana kepribadian kita saat ini? apakah kita termasuk tipe orang yang mudah menangis ketika masalah datang? apakah kita termasuk orang yang tegar? apakah kita termasuk orang yang sudah terbiasa dengan kemandirian? apakah kita termasuk orang yang selalu bergantung pada orang lain? Silakan hubungkan dengan kepribadian ibu kita ketika mengandung kita. Hal itu ternyata ada hubungannya :)
Putra pertama pak Ary Ginanjar, mudah sekali menangis & dari raut mukanya terlihat mimik kesedihan. Kondisi ini sangat berlawanan dengan putra keduanya. Ternyata..ketika istrinya hamil anak pertama, kala itu kehidupan pak Ary & keluarga belum mencukupi, tidak jarang mereka bersedih dengan ujian kehidupan. Alhamdulillah.. ketika hamil anak kedua, kehidupan mereka sudah membaik, hal ini juga berdampak pada psikologis putra keduanya.


Orang tua & anak harus memahami 5 tujuan kehidupan :
(1) Pengabdian pada Allah SWT
(2) Memenuhi perjanjian ruh
(3) Menjadi khilafah (pemimpin)
(4) Siap mengadapi ujian kehidupan
(5) Pertanggungjawaban kepada Allah
*Tahapan pendidikan dari surat Luqman (31) ayat 12-19.

"Kecerdasan adalah menyambungkan neuron"
Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya cerdas. Lantas apa yang dapat kita lakukan? kita harus membantu anak kita untuk menyambungkan neuron-neuronnya dengan cara tidak membatasi kreatifitas mereka. Anak-anak kita mempunyai kecerdasannya masing-masing.

Suatu hari pak Ary Ginanjar pulang dari kerjanya, dalam keadaan letih saat itu melihat putra keduanya-Esqi- melemparkan tisu-tisu sambil berteriak girang "ini salju pa..ini salju.." ternyata Esqi berusaha mengimajinasikan salju yang dilihat di tv. Nah.. orang tua yang cerdas & ingin membantu menyambungkan neuron anaknya, sebaiknya tidak melarang anak tersebut & berusaha masuk ke imajinasi anak. Ikutlah bermain..seolah-olah itu salju yang sesungguhnya. Karena pada saat itu, neuron-neuron kreatifitas anak sedang tersambung. Alhamdulillah.. ditengah-tengah kesibukannya pak Ary dapat membawa putranya ke negeri yang terdapat salju.

Suatu saat, ketika Rasulullah SAW melaksanakan sujud dalam shalatnya, dua cucunya Hasan & Husein menunggangi pundak beliau. Beliau tidak langsung duduk tasyahud, tapi sengaja melamakan sujudnya hingga kedua cucunya puas bermain di pundak beliau.

Suatu saat, Rasulullah SAW menggendong bayi, tiba-tiba bayi tersebut kencing. Karena terkejut, sang ibu langsung mengambil bayinya dalam gendongan Rasulullah SAW. Melihat hal itu, Rasulullah SAW bersabda : " Baju yang terkena air kencing dapat dibersihkan dengan air tapi hati yang keruh tak dapat dibersihkan".

Seorang ilmuwan ketika melahirkan putranya, beliau mempelajari tentang neuron dalam otak anaknya. Beliau memasangkan alat-alat pada kepala anak tersebut & menyambungkan dengan komputer sehingga perkembangan neuron anaknya dapat terlihat. Ketika anaknya menyusu pada ibunya, terlihat dalam komputer bahwa di daerah otak membentuk daerah merah yang semakin besar. Daerah merah ini menandakan bahwa neuron-neuroon pada anak tersebut tersambung, karena anak tersebut merasa tenang secara emosional sehingga kecerdasan emosionalnya tersambung. Tiba-tiba tangan anak tersebut mengenai salah satu kabel hingga putus, karena terkejut ibu tersebut berteriak "oh..no", seketika itu daerah merah yang nampak pada komputer menjadi hitam. Artinya neuron-neuron yang sudah mulai tersambung, terputus lagi & akhirnya sel-selnya mati. Sementara seperti yang kita ketahui bahwa neuron-neuron dalam otak kita tidak dapat diregenerasi lagi, artinya kita telah memutuskan kecerdasan anak.

Dari hal tersebut, kita dapat mengambil ilmu bahwa dalam mendidik anak sebaiknya selalu dengan kasih sayang.


Suatu ketika ada sepasang suami istri yang mempunyai anak perempuan berusia 3 tahun. Saking sibuknya, waktu anak tersebut banyak dihabiskan dengan pembantunya. Suatu saat pasangan tersebut berhasil membeli mobil yang sudah diimpi-impikan sejak lama. Sepulang kerja, mereka sangat terkejut ketika melihat mobil impiannya penuh gambar & coretan dengan paku oleh putrinya. Karena sudah terlanjur marah & kesal, akhirnya sang ayah memukul tangan putrinya dengan mistar secara berkali-kali. Raungan putrinya, tidak meluntuhkan kemarahan sang ayah, dia sepakat dengan istrinya bahwa hal itu adalah pelajaran untuk putrinya. Beberapa hari kemudian, badan putrinya panas, mereka pun meminta pembantunya untuk memberikan obat penurun panas. Hari demi hari berlalu, namun sakit putrinya tak kunjung sembuh & tangan putrinya semakin membengkak, lantas mereka membawanya ke rumah sakit dan alangkah terkejutnya ketika dokter menyarankan untuk mengamputasi tangan putrinya. Dengan tangan gemetar & penuh ketakutan, akhirnya mereka menandatangani surat persetujuan untuk mengamputasi tangan putrinya. Suatu hari, putrinya tersadar & alangkah terkejutnya ketika mengetahui kedua tangannya tidak ada. Dengan air mata terurai, anak tersebut berkata " ayah..ibu.. maafkan saya karena telah mencorat-coret mobil ayah, saya janji tidak akan mengulangi lagi. Tolong kembalikan tangan saya... saya ingin meminta maaf & mencium tangan ayah & ibu..."

Subhanallah... semoga kisah tadi dapat menginspirasi kita untuk tidak berbuat semena-mena terhadap anak-anak kita. Yuk.. didiklah anak kita dengan kebaikan & ikhlas.. Insya Allah kebaikan itu akan terinternalisasi dengan ikhlas di diri anak-anak kita.

Selamat menjadi SMART PARENTS ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar